Kabarancak COMEBACK

Hi JEBLOGERS!!! kabarancak hadir lagi ditahun 2012

Desain Kamar Keren

Siapa yang tidak akan tergoda dengan desain kamar yang apik seperti berikut...

Kamis, 10 Juni 2010

Milad or Millat

Posted On 6:59:00 PM by Ujib 0 cuapan

Salam sahabat JEBLOGERS...!!!

Syukur kepada Allah SWT, atas berkah yang telah diterima selama ini. Berah hidup dan keselamatan.

Alhamdulillah,,, pada tanggal 7 Juni kemaren UJIB sudah menginjakkan umur diangka 17. Sebuah angka yang dianggap unik dan ada pula sebagian yang bilang dan beranggapan angka keberuntungan.

Tapi menurut UJIB angka 17 adalah angka transformasi dan angka gradasi. Transformasi dari sifat yang jelek ke sifat yang baik. Dari jalan yang berbelok - belok menuju jalan yang lurus. Dari sifat yang kekanak - kanakan dan pantang mengalah menuju sifat pendewasaan dan mulai belajar mengalah. Mengalah untuk hal positif dan kebaikan bersama. Belajar untuk bisa memahami. Belajar untuk bisa mengerti apa yang namanya prioritas.

Segelumit perasaan gundah - gulana direndung duka nestapa (weleh - weleh bahasanya....). Hahaha mumpung lagi transformasi nii, bahasanya agak di dilemain dikit... Ya,,, setumpuk campuran perasaan nano - nano (permen kali nano - nano..)




Rabu, 09 Juni 2010

Prof Nelson Tansu, Ph.D. Usia 25 Tahun Mengajar S-3

Posted On 4:53:00 PM by Ujib 2 cuapan


Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.

Dia menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.

Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC.

Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS dan luar AS seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Di bidang itu, ia mengembangkan teknologi yang mencakup semiconductor lasers, quantum well dan quantum dot lasers, quantum intersubband lasers, InGaAsN quantum well dan quantum dots, type-II quantum well lasers, dan GaN/AlGaN/InGaN semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Teknologi tersebut diterapkan dalam aplikasi di bidang optical communication, biochemical sensors, sistem deteksi untuk senjata, dan lainnya.

Meski sudah hampir satu dekade ia berada di AS, hingga sekarang ia masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Pria ganteng kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, ini mengaku mencintai Indonesia. Ia tidak malu mengakui bahwa Indonesia adalah tanah kelahirannya. "Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia," katanya serius. "Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras," kata Nelson lagi.

Nelson Tansu adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah hati pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan.

Dalam perjalanan hidup dan karirnya, ia mengakui mendapat dukungan yang besar dari keluarga terutama kedua orang tua dan kakeknya. "Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali," ujarnya.

Ketika Nelson masih SD, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya.

Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut. "Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu," ungkapnya. Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. "Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu," jelasnya.

Saat usia SD itu pulalah, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata sudah diakrabinya. "Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu," jelas Nelson penuh kagum.

Berkat kegemarannya membaca itu, sejak kecil Nelson sudah mempunyai cita-cita yang besar. "Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil," ujarnya dengan wajah serius.

Seiring dengan perjalanan waktu, Nelson meniti tangga pendidikan mengejar cita-cita masa kecilnya. Sebelum bertolak ke Amerika, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995 ini lolos menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini membuat dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn's Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.

Masuk kampus September 1995, laki-laki berdarah Tionghoa ini menyandang gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan. Predikatnya pun summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada 1998, ia kebanjiran tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi top di Amerika. Meski ada tawaran dari universitas yang peringkatnya lebih tinggi, ia memilih tetap tinggal di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada Mei 2003.

Selama bersekolah di sana, berkat beasiswa yang diperolehnya, orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya berkat kerja keras dan prestasi Nelson sendiri. Biaya kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas. "Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas," katanya.

Selama menggarap program doktornya, Nelson terus mengukir prestasi. Berbagai penghargaan dikoleksinya, antara lain WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Bahkan, penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.

Setelah menyandang gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai penjuru universitas di Amerika. Peluang menggiurkan ini menjauhkan minatnya untuk kembali ke Tanah Air. Akhirnya, awal 2003, di usianya yang ke-25, ia memilih Lehigh University, dan menyandang gelar asisten profesor di bidang electrical and computer engineering. Di AS, itu merupakan gelar untuk guru besar baru di perguruan tinggi. "Walaupun saya adalah profesor di jurusan electrical and computer engineering, riset saya sebenarnya lebih condong ke arah fisika terapan dan quantum electronics," jelasnya.

Lehigh University merupakan sebuah universitas unggulan di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Ia berhasil menyisihkan 300 doktor yang kehebatannya tidak diragukan lagi. "Seleksinya ketat sekali, sedangkan posisi yang diperebutkan hanya satu," ujarnya menggambarkan situasi saat itu.

Lelaki penggemar buah-buahan dan masakan Padang itu mengaku lega dan beruntung karena dirinya yang terpilih. Menurut Nelson, dari segi gaji dan materi, menjadi profesor di kampus top seperti yang dia alami sekarang sudah cukup lumayan. Berapa sih lumayannya? "Sangat bersainglah. Gaji profesor di universitas private terkemuka di Amerika Serikat adalah sangat kompetitif dibandingkan dengan gaji industri. Jadi, cukup baguslah, he...he...he...," katanya, menyelipkan senyum.

Sebagai intelektual muda, dia menjalani kehidupannya dengan tiada hari tanpa membaca, menulis, serta melakukan riset. Tentunya, dia juga menyiapkan materi serta bahan kuliah bagi para mahasiswanya. Kesibukannya itu bertumpu pada tiga hal yakni yakni, learning, teaching, and researching.

Boleh jadi, tak ada waktu sedikit pun yang dilalui Nelson dengan santai. Di sana, 24 jam sehari dilaluinya dengan segala aktivitas ilmiah. Waktu yang tersisa tak lebih dari istirahat tidur 4-5 jam per hari.

Selama mengajar di kampus, karena wajahnya yang masih muda, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.

"Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah," ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya.

Selama September hingga Desember atau semester Fall 2004, dia mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology. "Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini," jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.

Tansu yang Lain

Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson adalah orang Turki yang ada hubungan famili dengan mantan PM Turki Tansu Ciller.

Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia "kembali" mengajar di Jepang.

Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu. Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak profesor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan sangat jarang yang berasal dari Indonesia.

Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya. "Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia," jelas Nelson.

Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika lahir, Nelson sudah diberi nama belakang "Tansu", sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu. "Saya suka dengan nama Tansu, kok," kata Nelson dengan nada bangga.

Rebutan Berbagai Universitas

Berkat prestasi Nelson Tansu yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan malah "rebutan" kalangan universitas AS dan mancanegara. Ada yang menawari jabatan associate professor yang lebih tinggi daripada yang dia sandang sekarang (assistant professor). Ada pula yang menawari gaji dan fasilitas yang lebih heboh daripada Lehigh University.

Tawaran-tawaran menggiurkan itu datang dari AS, Kanada, Jerman, dan Taiwan serta berasal dari kampus-kampus top.

Semua datang sebelum maupun sesudah Nelson resmi mengajar di Lehigh University. Tapi, segalanya lewat begitu saja. Nelson memilih konsisten, loyal, dan komit dengan universitas di Pennsylvania itu. Tapi, tentu ada pertimbangan khusus yang lain.

"Saya memilih ini karena Lehigh memberikan dana research yang sangat signifikan untuk bidang saya, semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Lehigh juga memiliki leaderships yang sangat kuat dan ambisinya tinggi menaikkan reputasinya dengan memiliki para profesor paling berpotensi dan ternama untuk melakukan riset berkelas dunia," papar pengagum John Bardeen, fisikawan pemenang Nobel itu.

Nelson mengaku memilih universitas luar negeri sebagai wadah kiprah ilmiahnya karena semata-mata iklim keilmuan di sana sangat kondusif. Di sana ia bisa memanfaatkan fasilitas laboratorium yang lengkap, mengakses informasi dari perangkat berteknologi canggih, dan melahap buku-buku terbaru di perpustakaan.

Peran dan keberadaan para ilmuwan sangat dihargai dan dihormati di sana. Selain itu, fasilitas riset yang sangat ia butuhkan juga menunjang komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi negara dan dunia.

Walaupun dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang lengkap, hidup di perantauan membuatnya harus memendam rindu pada keluarga, teman, dan makanan khas Indonesia. Namun, kerinduan itu terobati dengan peluang berkarya yang lebih besar dan gaji yang cukup di universitas swasta ternama seperti tempatnya bekerja.

Ia memang tak mau menyebut angkanya. Tapi, sebagai gambaran, kata Nelson, rata-rata US$ 10.000 per bulan plus fasilitas kesehatan. "Jumlah ini cukup kompetitif dengan gaji yang ditawarkan dunia industri," kata ilmuwan muda yang rajin memberi ceramah di berbagai universitas di Amerika dan Eropa ini.

Meski memilih menetap di Amerika, ahli semikonduktor untuk serat optik ini mengaku akan mempertimbangkan dengan serius kalau pemerintah sungguh-sungguh membutuhkannya.

Ditanya soal pacar, Nelson tersipu-sipu dan mengaku belum punya. Padahal, secara fisik, dengan tinggi 173 cm, berat 67 kg, dan wajah yang cakep khas Asia, Nelson mestinya mudah menggaet (atau malah digaet) cewek Amerika.

"Ha... ha... ha.... Pertama, saya ini nggak ganteng ya. Tapi, begini, mungkin karena memang belum ketemu yang cocok dan jodoh saja. Saya sih, kalau bisa, ya dengan orang Indonesia-lah. Saya sih nggak melihat orang berdasarkan kriteria macem-macem. Yang penting orangnya baik, pintar, bermoral, pengertian, dan mendukung," paparnya panjang lebar sambil tersipu malu.

Tambahan!!!
Nama:
Prof Nelson Tansu, Ph.D
Lahir:
Medan, 20 Oktober 1977
Orang Tua:
Iskandar Tansu (Ayah) / Lily Auw (Ibu)
Saudara:
Tony Tansu (abang) dan Inge Tansu (adik). Keduanya lulusan Ohio State University (OSU).

Pekerjaan:
Assistant Professor, Department of Electrical and Computer Engineering
Center for Optical Technologies, P. C. Rossin College of Engineering and Applied Science, Lehigh University
Tema Utama Penelitian:
Optoelectronic Devices for Optical and Free-Space Communications, and Quantum Nano-Photonic Material and Devices for Quantum Information Processing”

Pendidikan:
- Ph.D. in Electrical Engineering, University of Wisconsin-Madison, 1998 - Mei 2003
- B.S. in Applied Mathematics, Electrical Engineering, and Physics, University of Wisconsin-Madison, 1995 - 1998
- SMA Sutomo 1 (Medan, North Sumatra, Indonesia), 1992 - 1995

Penghargaan:
- Finalis Tim Olimpiade Fisika 2005
- Lulusan terbaik SMA Sutomo 1, Medan
- Tau Beta Pi Engineering Honors (1998), University of Wisconsin-Madison
- WARF Graduate University Fellowships (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
- VILAS Graduate University Fellowships (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
- Graduate Dissertator Travel Funding Award (Graduate School, University of Wisconsin-Madison)
- The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Award-1st Prize (University of Wisconsin-Madison)
- Sigma Xi Scientific Research Society Honors (2004), Lehigh University
Who’s Who in Science and Engineering (since 2005), Inducted in 2004.

Organisasi Profesi:
- Institute of Electrical and Electronics Engineers, Laser and Electro-Optics Society (IEEE-LEOS)
- The International Society for Optical Engineering (SPIE)
- Optical Society of America (OSA)
- Tau Beta Pi Engineering Honor Society

Aktivitas Profesional:
- Technical Program Committee Member - The 7th Joint Conference on Information Sciences (JCIS) 2003 - The 2nd Symposium on Photonics, Networking and Computing (PNC) 2003, Cary, NC, USA, September 2003.

Jurnal:
- IEEE Photonic Technology Letters (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
- IEEE Journal of Quantum Electronics (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
- IEEE Journal of Selected Topics in Quantum Electronics (published by IEEE Lasers and Electro-Optics Society)
- IEE Electronics Letters (published by IEE, UK)
- IOP Semiconductor Science and Technology (published by Institute of Physics, Bristol, UK)

E-mail:
tansu@lehigh.edu

sumber:http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/n/nelson-tansu/index.shtml


Selasa, 08 Juni 2010

Inilah Alasan Kenapa Kita Masih “Bangga” Dengan Indonesia!

Posted On 5:28:00 PM by Ujib 7 cuapan

1. Trans Studio Makassar Theme Park
Masih Simpang Siur, Ada Yang Mengatakan Theme Park Yang Terletak Di Makasar Sulawesi, Ini Akan Menjadi Theme Park Indoor Terbesar Di Dunia. Padahal Di Amerika Serikat Ada Theme Park Indoor Paling Besar Yang Luas Nya Seperti Sebuah Kota Kecil. Yang Pasti Ini Akan Menjadi Yang Terbesar Di Asia. Separuh Pembangunan Telah Selesai 2009 Ini, Dan Masih Berlanjut Hingga 2010. Konsep Theme Park Ini Seperti Universal Studio Yang Benar2 Terdesign baik, Tidak Seperti Dufan Yang Asal Caplok.

2. Menara Jakarta
Akan Menjadi Menara (Bukan Gedung) Tertinggi di Indonesia, Sekaligus Di Dunia (Bukan Gedung Loh, Tapi Menara) Mengalahkan Menara Tertinggi Di Dunia Saat Ini, Menara Toronto.Menara Yang Sempat Akan Di Bangun Pada Jaman Orde Baru, Sempat Terhenti Akibat Krisis Moneter. Dan Skrg Sedang Dilanjutkan Pembangunan nya. Ketika Selesai, Akan Menjadi Menara Tertinggi Di Dunia, Function Hall, Tempat Ibadah, Dan Ikon Baru Indonesia
 3. Menara2 Tertinggi di Dunia
Dari Kiri ke Kanan: Menara Malaysia, Menara Shanghai Pearl, Menara Toronto, Menara Jakarta. Terletak di kemayoran 
 4. St Moritz
Akan Menjadi Superblock Dengan Apartment, Mall, Sekolah International, Rumah Sakit International, dll. Terdapat Gedung Tertinggi Di Indonesia Pada Saat Selesai Nanti nya. Terletak Di Area Puri Indah, Jakarta Barat
5. Perpustakaan Universitas Indonesia
Akan Menjadi Salah Satu Perpustakaan Terbesar di Asia, Bahkan Di Dunia
6. Jembatan Suramadu
Masuk 10 Besar Jembatan Terpanjang Di Dunia. Sayang Saya Malu Melihat Warga Sekitar Yang Mencuri Mur, Baut, Lampu2 di Sekitar Jembatan. Padahal Baru Saja Di Resmikan
7. Jembatan Selat Sunda
Akan Menjadi Jembatan Terpanjang ke 3 Di Dunia, yang Akan Di Lintasi Kereta Api 
8. Regatta Apartment
Terletak di Pantai Mutiara…Didesign Oleh Arsitektur Pencipta Burj Al’arab, Hotel Bintang 6 Di Dubai Yang Merupakan Salah Satu Hotel Termahal Di Dunia. Apartment Ini Masih Dalam Tahap Pembangunan. 3 Menara nya Sudah di Bangun.
 9. The Peak Apartment
The Tallest Twin Apartment in the World!
Memang Sekeliling Apartment Ini Terdapat Rumah2 Kumuh. 

 10. Bali, Best Island in the World
Mengalahkan the Galapagos in Ecuador, Cape Breton in Canada, Kauai in Hawaii, Mount Desert in the United States, Maui in Hawaii, the Aeolian in Greece, the Maldives, Big and Vancouver. Menurut Majalah Travel And Leisure Amerika
 11. Borobudur
Ini Merupakan WORLD’s BIGGEST BUDDIST TEMPLE. Terletak di Jawa Tengah dan Dianggap Sebagai Situs Kebudayaan Dunia Oleh UNESCO. Dibangun Sekitar Tahun 800 Setelah Masehi.
12. Garuda Wisnu Kencana
AKan Menjadi Patung Tertinggi Di Dunia Pada Saat Selesai Pembuatan Keseluruhannya, Mengalahkan Patung Liberti Di Amerika. Patung Ini Terletak Di Bali
13. Kanguru Pohon Mantel Emas
binatang kanguru yg di perkirakan sudah punah, di temukan kembali di papua 
14. Komodo Dragon
Satu Dari Sekian Binatang Purba yg Masih Hidup Di Dunia. Di Calonkan Menjadi Salah Satu Keajaiban Dunia.
15. Situs Sangiran
Tempat Ditemukan Fossil Manusia Purba Pertama Di Dunia "Pithecanthropus erectus" di Pulau Jawa. Tahun 1996 Diresmikan Oleh UNESCO, sebagai Situs Kebudayaan Dunia
sumber:http://kaskus.us


Senin, 07 Juni 2010

10 Proyek Besar Yang Tidak Jadi Dibangun

Posted On 3:54:00 PM by Ujib 4 cuapan

10. Hotel Attraction Designed in 1908 for New York City
Hotel Attraction maunya menjadi gedung tertinggi di New York pada saat itu. Didesign oleh Antoni Gaudi, tinggilnya adalah 360 meter, dan tampaknya sangat tak mungkin pada waktu itu. Sedikit sekali fakta yang diketahui tentang proyek ini sampai ketika tahun 1956, sebuah buku berjudul “The NEw World Called Gaudi” diterbitkan. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.

9. The Illinois Designed in 1956 for Chicago Illinois

The Illinois tadinya akan menjadi pencakar langit setinggi 1.609 meter yang divisikan oleh Frank Lloyd Wright. Wright percaya bahwa bangunan ini mungkin dibuat, pada waktu itu. Design nya terdiri dari 528 tingkat, dengan luas daerah kotor 18,46 kaki persegi. Masalah yang timbul adalah ruang yang diperlukan untuk mendirikan pencakar langit itu kurang, dan terbatasnya lift (elevator) yang diperlukan. Hal itulah yang akhirnya menggagalkan proyek ini.

8. Fourth Grace / The Cloud Designed in 2002 for Liverpool England

Walaupun banyak orang yang menganggap kalau Fourth Grace adalah proposal terjelek, Arsitek Will Alsop memenangkan penghargaan design untuk proyek yang dinamakannya “The Cloud” ini. Proyek ini diberhentikan karena masalah dana yang membludak untuk membangun design spiral yang mahal. Fourth Grace didesign untuk kantor, 107 kamar hotel, dan 50000 sq ft fasilitas termasuk bar, restaurant, dan gallery.

7. Beacon of Progress Designed around 1891 for Chicago Illinois

Rencananya adalah sebuah menara batu setinggi 457 meter di Jackson Park, Chicago. Design yang memenangkan penghargaan ini dikemukakan oleh Professor MIT Désiré Despradelle, seorang Prancis. Dengan lebih banyak dukungan dana, bangunan ini bisa jadi bangunan buatan manusia tertinggi di dunia saat itu.

6. Ville Contemporaine Designed in 1922 for Paris France

The Ville Contemporaine tadinya hendak dijadikan tempat tinggal bagi 3 juta penduduk. Ville ini dikemukakan oleh arsitek Swiss-Prancis Le Corbusier. Bagian tengah bangunan ini direncanakan adalah sekelompok pencakar langit 60 tingkat yang dibangun dengan logam baja dan diselubungi oleh dinding kaca. Digunakan untuk kantor dan apartemen. Tidak jelas mengapa proyek ini dihentikan.

5. Tatlin’s Tower Designed around 1917 for St. Petersburg Russia

Tatlin’s Tower kalau jadi dibangun, akan membuat Eiffel Tower terkesan mini. Rencananya, bangunan ini terbuat dari besi, kaca, dan baja. Menara ini tadinya akan dijadikan simbol modernitas. Bentuk utama menara ini adalah twin helix yang naik secara spiral sampai tinggi 400m, dimana orang2 bisa ditransportasikan ke atas, melalui jalur itu.

4. Shimizu Mega-City Pyramid Designed in 2004 for Tokyo Japan

The Shimizu Mega-City Pyramid adalah sebuah piramid buatan raksasa di Tokyo Bay, Jepang. Struktur itu 12 kali lebih tinggi dari Piramid Giza, dan mampu menampung 750.000 manusia. Itu akan menjadi hasil bangunan manusia yang terbesar sepanjang sejarah.
Piramid ini sebenarnya dibangun dengan 55 piramid yang lebih kecil dan saling ditumpuk. Masing2 piramid kecil ini besarnya sebanding dengan Luxor Hotel di Las Vegas. Alasan proyek ini tak bisa dibangun adalah karena design mega piramid ini tergantung akan material canggih yang ringan namun sungguh kuat, yang pada saat itu masih belum ada.

3. Volkshalle (The Great Dome) Designed around 1930 for Berlin Germany

The Volkshalle (People’s Hall) adalah sebuah bangunan monumental yang direncanakan oleh Adolf Hitler dan arsiteknya Albert Speer. Ia tadinya akan menjadi bangunan paling impresif dan penting di Berlin, sebagai tanda kehebatan Hitler. Untungnya, bangunan ini tidak jadi didirikan karena perang.

2. Palace of Soviets Designed in 1933 for Moscow Soviet Union

Jika Palace of Soviets jadi dibangun, ia akan menjadi struktur tertinggi di dunia. Konstruksi yang dipelopori oleh Boris Iofan’s ini sebenarnya sudah dimulai di tahun 1937 dan diberhentikan karena invasi Jerman. Tahun 1942, bahan besi nya digunakan untuk membuat jembatan.


1. Ultima Tower Designed in 1991 for San Francisco California

Design ini tampaknya sungguh tidak mungkin (liat saja ilustrasi proyeknya diatas), tapi sebaliknya, sangat keren jika bisa dibuat. Arsitek Eugene Tsui mendapat ide bangunan ini dari hasil belajarnya di San Fransisco.Struktur ini akan menggunakan energi hasil konversi energi atmosferik dengan cara mengubah energi yang dihasilkan perbedaan tekanan udara dari atas dan bawah bangunan ini menjadi energi listrik. Bangunan ini memiliki 500 lantai (2 mil tingginya) dan diharapkan menjadi tempat tinggal sekitar 1 juta penduduk.

sumber:http://kaskus.us


Sabtu, 05 Juni 2010

10 PERINGKAT LAPTOP TERBAIK TAHUN 2010

Posted On 11:45:00 PM by Ujib 8 cuapan

Laptop adalah barang elektronik yang paling banyak digandrungi oleh banyak manusia didunia saat ini apalagi di zaman yang serba modern ini. Dan manusia modern juga ingin tampil stylish dan serba up to date, tetapi kebanyakan dari kita ingin mempunyai laptop yang bagus tapi dengan harga yang terjangkau plus berkualitas tinggi serta spesifikasi yang lengkap berbeda dengan Netbook yang bentuknya agak mini dan spesifikasinya ada yang dikurangi seperti tidak adanya cd/dvd room, karena barang elektronik akan lebih cepat berkembang dan setiap tahun akan mengeluarkan barang dengan spesifikasi terbaru yang canggih.

Maka dari itu supaya anda tidak menyesal dikemudian hari tidak ada salahnya, anda mempelajari spesifikasi dan harga dari laptop yang akan dikupas tuntas dibawah ini, yang saya ambil dari sumber luar negri yaitu toptenreviews.com dan semoga saja bisa berguna, terutama bagi anda yang sedang bimbang dengan keputusan anda dalam memilih laptop. Berikut dibawah ini peringkat 10 besar laptop terbaik di dunia pada tahun 2010 :

1. Peringkat Pertama DELL INSPIRON 14
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo T6600, Memory : 4 GB, Hard Drive : 320 GB, Screen Resolution : 1366×768, Video Card : Intel GMA 4500MHD, Video Memory : 3 GB, Battery Life : 6,5 hour, Optical Drive : CD/DVD Burner, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : 1,3 MP, Memory Card Reader : 7-in-1 Card reader, Audio : Integrated, Height : 1,2 In, Weight : 5,1 lbs, Ukuran Layar : 14,o in, Operating System : Windows 7 Premium 64bit .

Harga : $ 603,85

2. Peringkat Kedua HP COMPAQ 6730b
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo P8600, Memory : 2 GB, Hard Drive : 320 GB, Screen Resolution : 1280×800, Video Card : Intel GMA 4500MDH, Video Memory : 3 GB, Battery Life : 6 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : VGA, Memory Card Reader : tidak ada, Audio : Integrated, Height : 1,3 In, Weight : 5,9 lbs, Ukuran Layar : 15,4 in, Operating System : Windows 7 Pro

Harga : $ 911,87



3. Peringkat Ketiga SONY VAIO SR SERIES

SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo T6600, Memory : 4 GB, Hard Drive : 250 GB, Screen Resolution : 1280×800, Video Card : Intel GMA 4500MHD, Video Memory : 512 MB, Battery Life : 6,5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : Integrated, Memory Card Reader : SD/CPRM, Audio : Integrated, Height : 1,5 In, Weight : 4,4 lbs, Ukuran Layar : 13,3 in, Operating System : Windows 7 Premium 64bit .
Harga : $ 949,99

4. Peringkat Keempat DELL INSPIRON 15
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo T4300, Memory : 2 GB, Hard Drive : 320 GB, Screen Resolution : 1366×768, Video Card : Intel GMA X4500HD, Video Memory : 256 MB, Battery Life : 3 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : 1,3 MP, Memory Card Reader : 7-in-1 Card reader, Audio : Integrated, Height : 1,5 In, Weight : 5,8 lbs, Ukuran Layar : 15,6 in, Operating System : Windows 7 Premium 64bit .

Harga : $ 649,99

5. Peringkat Kelima APPLE MACBOOK
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo 2,26 GHZ, Memory : 3 GB, Hard Drive : 250 GB, Screen Resolution : 1280×800, Video Card : GeForce 9400M, Video Memory : 256 MB, Battery Life : 7 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : iSight, Memory Card Reader : Tidak ada, Audio : Integrated, Height : 1,1 In, Weight : 4,7 lbs, Ukuran Layar : 13,3 in, Operating System : Mac OS Tiger .
Harga : $ 999,99



6. Peringkat Keenam GATEWAY 7802U
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo T6600, Memory : 4 GB, Hard Drive : 500 GB, Screen Resolution : 1600×900, Video Card : Intel GMA 4500MHD, Video Memory : 1759 MB, Battery Life : 5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : Integrated, Memory Card Reader : Multi-in-1 Card Reader, Audio : Integrated, Height : 1,4 In, Weight : 7,4 lbs, Ukuran Layar : 17,3 in,Operating System : Windows 7 Premium .
Harga : $ 649,96

7. Peringkat Ketujuh HP PROBOOK 5310m
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo, Memory : 2 GB, Hard Drive : 320 GB, Screen Resolution : 1366×768, Video Card : Intel GMA 4500MHD, Video Memory : 256 MB, Battery Life : 5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : 2,0 MP, Memory Card Reader : SD Memory Card, Audio : Integrated, Height : 0,9 In, Weight : 3,7 lbs, Ukuran Layar : 13,3 in, Operating System : Windows 7 Pro

Harga : $ 699,00


8. Peringkat Kedelapan HP COMPAQ 6535b
SPESIFIKASI :

Processor : AMD Turion X2, Memory : 2 GB, Hard Drive : 250 GB, Screen Resolution : 1280×800, Video Card : ATI Radeon HD 3200, Video Memory : 256 MB, Battery Life : 4,5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : Optional, Memory Card Reader : SD Memory Card, Audio : 24 bit DAC, Height : 1,3 In, Weight : 5,3 lbs, Ukuran Layar : 15,4 in,Operating System : Windows Vista Buisness .
Harga : $ 699,00




9. Peringkat Kesembilan SONY VAIO BZ SERIES
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo P8700, Memory : 4 GB, Hard Drive : 320 GB, Screen Resolution : 1280×800, Video Card : Intel 4500 MHD, Video Memory : 1759 MB, Battery Life : 5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : Integrated, Memory Card Reader : SD Memory Card, Audio : Integrated, Height : 1,2 In, Weight : 5,8 lbs, Ukuran Layar : 15,4 in, Operating System : Windows 7 Premium 64bit .

Harga : $ 969,00

10. Peringkat Kesepuluh DELL INSPIRON 17
SPESIFIKASI :

Processor : Intel Core 2 Duo T6600, Memory : 4 GB, Hard Drive : 500 GB, Screen Resolution : 1920×1200, Video Card : Intel GMA X4500HD, Video Memory : 256 MB, Battery Life : 4,5 hour, Optical Drive : DVD +/- RW, Garansi : 1 Tahun, WIFI : Ada, Webcam : 1,3 MP, Memory Card Reader : 7-in-1 Card reader, Audio : Integrated, Height : 1,6 In, Weight : 8,7 lbs, Ukuran Layar : 17,3 in, Operating System : Windows 7 Premium 64bit .

Harga : $ 649,99


sumber://http://aditsubang.wordpress.com