Kabarancak COMEBACK

Hi JEBLOGERS!!! kabarancak hadir lagi ditahun 2012

Desain Kamar Keren

Siapa yang tidak akan tergoda dengan desain kamar yang apik seperti berikut...

Kamis, 01 April 2010

Pagerank Widget buat blog

Posted On 4:38:00 PM by Ujib 0 cuapan

Blog kita peringkat berapa ya???

Mungkin kita pernah berpikir akan hal itu. Peringkat blog akan sangat bermanfaat bagi blog kita. Dengan adanya peringkat akan sangat menentukan bagaimana "nasib" blog yang kita jalankan ini kedepannya. Semakin bagus peringkat blog kita, berarti pengunjung blog kita tentunya banyak pula. Banyak pengunjung akan membuat para pengiklan tergiur untuk menempatkan iklannya di blog kita.

Ni UJIB kasih beberapa widget untuk mengecek ranking blog kita:
1. http://www.pagerankwidget.com
2. http://www.rankwidget.com

Untuk yang nomor 1, kita cuman tinggal masukkin alamat blog kita aja. Kemudian bakal muncul kotak dialog buat ngeliatin kita peringkat berapa. Selain itu kita juga bisa menambahkan widgetnya ke blog dengan mengopi pastekan kode yang tersedia.

Hampir sama halnya dengan pagerankwidget, rank widget lebih banyak menawarkan peringkat. Tidak hanya dari satu sumber.

Terserah JEBLOG mau yang mana,,, See a...



Rabu, 31 Maret 2010

my corner desk

Posted On 10:31:00 PM by Ujib 2 cuapan

Mojok. Sebuah istilah yang sangat tidak asing lagi bergaung ditelinga JEBLOG. Mojok atau "manyuduik" memang asik banget. Setiap orang psti memiliki gaya mojok masing - masing tentunya dengan tempat favorit masing - masing pula. begitu juga dengan UJIB, pojok favorit UJIB sebenernya meja belajar.

Karena letaknya yang juga kebetulan UJIB pindahin ke pojok, jadi suasana mojoknya lebih kerasa. Bertempat didalam kamar mungil sederhana, segala hal yang berhubungan tulis - menulis UJIB kerjakan disana. Goresan - goresan karya telah banyak terjadi disana. Ya sudahlah, mari kita tengok saja bagaimana bentukannya...

hmmm,,, sederhana sekali ya. Terapit oleh sebuah lemari tua dan sangat "tersudutkan". Mudah - mudahan meja ini bisa mengukir sejarah. Sejarah yang aka dikenang oleh banyak orang. Menjadi suatu bagian dati kisah sukses seseorang (Amin, do'ain aja).

Bergaya kuno atau jadul dengan aksen kaku. Standar meja belajar ero 90-an. Meja turun temurun.

Sedikit banyak akan memberikan pengaruh kepada UJIB sendiri.



Saat dibubuhi kamilau cahaya desk lamp, akan terjadi pemandangan seperti ini:

Hihi, super duperr berantakan... Sorry JEBLOG!!! Akhir - akhir ini UJIB lumayan sibuk, jadi kurang sempet deh ngerapiin mejanya... (hoho, bukannya males tapi "sibuk")

Oya, satu lagi yang nggak bisa dipisahin dari kegiatan tulis menulis UJIB yaitu notebook. Buku catatan "keramat" yang selalu UJIB bawa dan dibutuhin dalam segala medan. Sangat urgen sekali keberadaanya dalam perkembangan kegiatan UJIB saat ini. Dengan kover berwarna kuning cerah mengibaratkan cahaya matahari cerah yang senantiasa menerangi bumi.

Harapanku bisa memberikan manfaat dan tidak menjadi mudharat bagi masyarakat. Sukses menjadi seorang designer grafis dan ahli komputerisasi. Serta hobi tulis menulis juga bisa membantuku tuk mencapai angan - anganku. Bismillahirrahmanirrahim...



Senin, 29 Maret 2010

Sebuah Jeritan Hati Part. 1

Posted On 2:04:00 AM by Ujib 0 cuapan

Kadang kala manusia itu tidak pernah puas dengan apa yang sudah diperoleh, kadang kala manusia itu larut dalam genggaman harta dan tahta yang dimilikinya, kadang kala manusia itu tidak sadar bahwa ia sudah terbudakkan oleh harta dan kesenangan dunia. Walaupun sudah bertubi – tubi teguran yang diberikan Tuhan kepadanya, tetap saja ia tak bergeming akan peringatanNya.

Sebuah keluarga bahagia akhirnya hancur hanya karena kesenangan dunia yang toh tak akan ia bawa sampai kehidupan selanjutnya yang akan ia lalui.

Ron, sebuah nama yang diberikan oleh sepasang insan yang diamanahkan oleh Tuhan untuk menjaga harta berharga yang diberikanNya itu. Tinggal disebuah gubuk reot ditengah – tengah hamparan hijau nan penuh dengan makhluk unik ciptaanNya. Walaupun hanya itu istana yang ia mereka miliki, Allah Yang Maha Kuasa tetap menjadi tumpuan untuk tetap menjejaki kehidupan yang penuh nestapa dan cobaan.

Ibu Ratna dan Bapak Syaifudin itulah nama orang tua Ron yang hanya berlatar belakang pendidikan sekolah dasar yang itupun tak dapat terselesaikan dikarenakan himpitan ekonomi yang “mencekik” masing – masing keluarga mereka.

Sebagaimana masyarakat zaman dulu, biasanya memiliki banyak anak dengan alasan menurut kepercayaan nenek moyang banyak anak banyak rezeki. Hal itu pulalah yang menghampiri keluarga Pak Syai dan Ibu Rat. Mereka memiliki banyak saudara dan semua sudah menikah dan memiliki momongan. Kadang karena saking banyaknya keponakan, mereka jadi sering lupa masing – masing namanya. Hal itu pulalah yang sering jadi bahan tertawaan untuk menghibur suasana ditengah keadaan yang meradang.

Melihat saudara mereka memiliki momongan tak membuat mereka tergiur untuk berprogram “banyak anak banyak rezeki” pula. Pak Syai dan Bu Rat adalah orang – orang pintar yang mengerti akan keadaan masa kini. Saat tengah mengenyam pendidikan dulu sebenarnya mereka memiliki prestasi yang luar biasa, tapi lagi – lagi himpitan ekonomi tak mengizinkan mereka untuk terus berkarya. Tapi mereka terus mengikuti perkembangan zaman, pemikiran mereka mengalir sesuai dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Tapi mengapa mereka tetap terkekang oleh kemiskinan yang mendera? Hanya kuasa Allah SWT lah yang akan merubah nasib mereka.

Alhamdulillah mereka diberikan dua orang titipan Allah yang begitu mereka jaga, mereka naungi, dan mereka didik semaksimal mungkin agar bisa menjadi “orang” yang bisa diandalkan bagi agama, bangsa dan Negara, dan bagi mereka tersendiri. Roni Muhammad Ilham dan Rani Syarifah Jamilah, dua orang remaja yang harus kerja keras demi melangsungkan hidup untuk keluarga.

Nasib seperti ini tak membuat mereka minder dengan teman – teman sebaya mereka, apalagi mereka mempunyai sahabat yang selalu ada dikala senang maupun sedih. Permasalahan ekonomi tak menghalangi prestasi menghampiri kakak beradik itu untuk membanggakan kedua orangtua mereka.

Ron yang sekarang telah duduk dibangku SMA terus melaju memberikan kemampuan terbaiknya yang juga menjadi andalannya untuk membiayai pendidikan, dimana hal tersebut tidak bisa terlalu diharapkan dari kedua orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai petani desa.

Berhasil bersekolah di SMA favorit dikota membuat Ron semakin giat dan ulet belajar karena sekolah favorit dikota yang notabene biaya pendidikannya begitu mahal tak mau ia sia – siakan begitu saja. “Apalah artinya sekolah dikota, sekolah favorit lagi jika aku tak bisa berprestasi. Aku tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku, aku tak mau menjadi beban berat yang harus mereka pikul. Walaupun aku orang miskin, aku tetap berharap setidaknya jangan sampai beasiswa yang aku dapat atas ketidakmampuan ekonomi. Aku tak ingin diremehkan…”. Begitulah pemikiran seorang remaja yang mulai beranjak dewasa itu. Seringkali ia mengingat hal tersebut yang membuat dirinya tak patah semangat.

Sama halnya dengan abangnya, Rina pun begitu. Seolah tidak ingin kalah dengan sekuat tenaga iapun berusaha untuk berprestasi agar orangtuanya tidak terlalu terpikul oleh beban ekonomi yang serasa tidak pernah berhenti menghantui kehidupan mereka.
>_<




Sabtu, 27 Maret 2010

Sorak he.. ha.. OVJ jadi "trend setter"

Posted On 7:02:00 PM by Ujib 0 cuapan

Seringkali kita dengar sorakan He,,,,, Ha,,,, He,,,,, Ha,,,,. Mungkin paling sering kita dengar di OVJ alias Opera Van Java, sebuah acara lawakan yang tayang di Trans 7. Mungkin berkat dukungan sorak sorai heha jugalah OVJ juga berhasil memenangkan Panasonic Award yang baru dilaksanakan kemarin. Wah, selamat ya!!!

Tapi sekarang UJIB nggak membahas tentang OVJ yang menang, atau apapun mengenai OVJ selain sorak sorai heha yang menjadi trend setter. Entah kenapa sorak sorai heha bikin suasana jadi lebih rame dan lebih kerasa. Liat aja tuh OVJ yang jadi naik banget ratingnya karena sorak sorai heha dan terutama para pemainnya. (Bukti 1...)

Kejadiannya juga nggak jauh beda, beberapa bulan yang lalu pas peringatan hari guru. Jadi disekolah UJIB tu ada acara lomba yel - yel sama jingle kelas. Tiap kelas disuruh nyiapin yel -yel sama jingle dengan kreatifitas masing - masing, anak OSIS pun memberikan kebebasan buat tema yang bakal diusung.

Pas dihari H, UJIB nggak bisa dateng soalnya bangunnya kesiangan. Malamnya UJIB dapet notifikasi dari PSD (Putri Sukma Deri) kalo kelas kita menang yel - yel.
"Loh kok bisa Ya?",
Nggak tau juga kenapa, entah apa yang salah, atau mungkin karena faktor Lucky day aja,,, hehe... Beberapa hari kemudian setelah sekolah dimulai kembali UJIB tanyain deh sama yang lain juara 1 lomba yel- yel siapa,,, eh ternyata kelas 3 Ipa yang pas latihan juga sama kayak kelas Kami. Udah UJIB kirain tuh Si 3 IPA yang bakal menang, soalnya mereka pas latihannya ada sorak hehanya, rame banget kesannya. (Bukti ke 2...)

Kemaren tuh kan ada lomba Cerdas Cermat yang diadain sama PT. Semen Padang, jadi perwakilan SMANTEN (Bang Fauzan, Duo Rizky, dan Bintang) masuk Grand Final. Pas acara Grand Final setiap sekolah diminta ngirim "pasukan" alias suporter buat ngasih semangat para perwakilan sekolahnya. Nggak tau kenapa, awalnya kita kan belum bikin yel - yel jadi disuruh buat ke panggung. Dengan lirik dan koreografi asal - asalan dan awur - awuran, diakhir acara diumumkanlah kalo Suporter terheboh tu SMANTEN. Gimana nggak girang banget tuh... Dengan pembuatan lirik super instan bisa ngedapetin award kayak gini. Salah satu yang bikin kami menang adalah pemakaian sorak - sorai heha yang notabene sudah ada pengalaman sebelumnya bakal bikin asik dan rame... (Bukti ke 3...)

Sampai sekarang kalo ada program lawakan di TV pasti deh, misalnya kalo ada pemainnya goyang - goyang ato joget - joget nggak jelas keluar Si Heeeee,,,,,,,,, Haaaaaa..... (hihihi)


Jumat, 26 Maret 2010

Lebah Mampu Deteksi Bom

Posted On 9:31:00 PM by Ujib 0 cuapan

JEBLOG ada info baru ni,,,

LONDON
- Sejak lama, lebah diperkirakan memiliki kemampuan yang sama hebatnya dengan anjing pelacak. Namun hal itu berlaku hanya jika mereka benar-benar dilatih untuk melakukannya. Kini, konsorsium perusahaan teknologi di Inggris merasa telah menemukan jawaban yang tepat. Hasil penelitian mereka menyebutkan, jenis lebah 'hotel' dapat diubah dari serangga biasa menjadi serangga pelacak yang sesungguhnya. New Scientist, Rabu (24/3/2010) melansir, lebah memiliki kemampuan penciuman yang sangat baik dan bisa mencium keberadaan bom atau bahan peledak lainnya. Sayangnya, perlu waktu beberapa jam mengarahkan lebah untuk melaksanakan tugasnya. Itu sebabnya, perusahaan teknologi bio asal Inggris Inscentinel, bekerjasama dengan ML Electronics dan Realise Product Design mengembangkan sebuah gadget yang dapat melatih sekelompok lebah sekaligus, untuk menjadi serangga pelacak. Setiap kelompok lebah diberi paparan berbagai bau yang berbeda, dan diberi penghargaan berupa tetesan sirup ketika mereka berhasil menemukan target yang tengah dicari. Selama beberapa jam, kelompok lebah-lebah tersebut belajar berasosiasi dengan penghargaan yang akan mereka dapat saat berhasil menemukan sumber bau. "Jika lebah mencium sesuatu, mereka sudah terlatih untuk mendeteksinya," kata Andrew Redman dari Realise. Gerak refleks yang ditujukan lebah ini, atau yang disebut dengan refleks Pavlovian, dapat terdeteksi menggunakan sinar inframerah yang muncul pada kepala lebah. Sekali dilatih, mereka ditempatkan dalam sebuah pendeteksi bau bernama VASOR (Volatile Analysis by Specific Olfactory Recognition), yang mengelompokkan lebah dalam kompartemen individu. "Namun sebagaimana lebah pada umumnya, mereka biasanya hanya bisa menghabiskan waktu tak lebih dari dua hari untuk melakukan tugas pendeteksian. Setelah itu, mereka akan kembali kehidupan asal mereka di alam bebas dan sarang lebah," ujar Redman.

sumber : okezone.com